Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah Delima (Pomegranate) untuk Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah Delima (Pomegranate) untuk Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 17, 2013

Manfaat Buah Delima (Pomegranate) untuk Ibu Hamil


 Buah delima sebenarnya sudah terkenal memiliki banyak khasiat sejak dulu kala, sehingga buah yang diperkirakan berasal dari Iran ini kemudian berkembang pembudidayaannya di Timur Tengah, Arab Saudi, Afghanistan, India hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Bahkan karena kemahsyuran manfaatnya, buah delima berkembang pesat di tanah Perancis dengan sebutan pome grenate yang berarti apel berbiji banyak, karena sebuah delima mampu memiliki 800 biji didalamnya, yang selanjutnya diadaptasi oleh orang Amerika dengan sebutan pomegranate. Di Indonesia sendiri, buah delima sudah termasuk jarang dikonsumsi masyarakat dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Dalam kebudayaan Jawa buah delima termasuk buah yang dipaling dicari dalam tradisi tujuh bulanan ibu hamil.

Manfaat buah ini terletak pada kandungan flavonoid (antosianin), asam sitrat, asam malat, asam folik, gula buah (glukosa, maltosa, fruktosa) vitamin (C, B6, A, E) dan mineral (kalium, kalsium, fosfor, besi, magnesium, dan natrium). Terbayang betapa banyak manfaatnya bukan? Dan faktanya, kandungan antioksidan jus delima tiga kali lebih banyak dibandingkan red wine atau bahkan teh hijau.

Pada ibu hamil sendiri, kandungan folic acid atau asam folat bermanfaat baik bagi perkembangan otak janin dan menurunkan resiko mengandung dan melahirkan bayi dengan cacat otak dan defek tuba neural seperti spina bifida.

Meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C nya bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh ibu dan imunitas pada janin serta membantu penyerapan zat besi untuk pembentukan darah janin.

Kandungan mineralnya sendiri seperti Kalsium dan Fosfor berfungsi sebagai garam kalsium fosfat yang berfungsi untuk memberikan sifat keras pada tulang dan gigi janin setelah lahir, natrium dan kaliumnya digunakan sebagai penyeimbang asam-basa didalam sel agar ibu hamil tidak cepat dehidrasi, dan zat besi yang pada waktu hamil keperluannya akan sangat meningkat untuk pembentukan darah janin dan persediaan ibu masa laktasi sampai enam bulan sesudah melahirkan karena air susu ibu tidak mengandung garam besi, persediaan zat besi ini juga sebagai cadangan untuk penggantian darah yang hilang pada waktu persalinan.

Para peneliti di Scotlandia pun berhasil membuktikan hubungan antara mengonsumsi jus buah delima sebanyak 500 ml sehari dengan kemampuannya dalam mengurangi kadar kortisol yang memicu hormon stres secara signifikan di dalam air liur. Penelitian dari Queen Margaret University, Edinburgh ini sekaligus menunjukkan bahwa buah delima mampu mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik sehingga mampu membuat tubuh merasa lebih rileks dan mencegah hipertensi. Sehingga dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap ibu hamil dengan kejadian darah tinggi akibat stres pada awal kehamilan yang dapat mengakibatkan kelahiran dengan Berat Badan Lahir Rendah, Kelahiran Prematur, dan kejang pada persalinan yang berkibat fatal bagi kesehatan ibu.

Pada buah delima terdapat Zat Tanin yang bermanfaat bagi pencernaan. Zat tanin adalah salah satu senyawa yang terdapat pada tanaman yang merupakan salah satu komponen astrigen dengan kemampuan mengikat dan mengendapkan protein sehingga bisa diaplikasikan dalam pengobatan perdarahan (hemostatik), ulkus peptikum (luka terbuka pada lapisan lambung atau usus 12 jari), wasir dan diare dengan cara menyusutkan selaput lendir usus sehingga cairan diare berkurang. Hal ini bermanfaat bagi ibu yang mengalami diare saat hamil, juga dapat dijadikan sebagai buah tambahan untuk pengembalian jumlah darah yang hilang akibat perdarahan setelah persalinan.

pengunjung